Rabu, 07 Mei 2014

cara menanam kangkung di pot

Cara menanam kangkung:

- Siapkan media:
Pot berisi tanah, berikut pupuk kendan dan popos. Perbandingan tanah dan pupuk adalah 1:1. Namun jika kondisi tanah buruk (tercemar) perbandingannya 1:2. Dengan pupuk yang berlebih, jumlah bakteri akan lebih banyak sehingga mampu mengikat logam berat pada tanah tercemar.
- Siapkan bibit
Bibit kangkung bisa dibeli secara online atau langsung di toko tanaman. Indonesia Berkebun sendiri menjualnya per sachet seharga Rp 5.000.
- Taburkan Bibit
Bila pot berdiameter 30 cm, takaran biji kangkung adalah sejumput telapak tangan. Buat pola garis, lalu taburkan biji di sepanjang garis lalu tutup dengan tanah.
- Siram dengan water spray agar tidak meluber.
- Beri POC (pupuk organik cair) pada minggu pertama dan kedua setelah waktu tanam.
- Siram kangkung dua kali sehari, pagi dan sore

Muhammad Axell Ozora

MUHAMMAD AXELL OZORA
Muhammad merupakan nama dari junjungan Nabi Besar agama Islam, dan dalam bahasa Arab (محمد) artinya "terpuji"...Axell yang berarti Pemberian Tuhan.... Ozora Maksud dan makna dari nama Ozora adalah: Langit yang luas.Nama ini berjumlah 5 huruf, ini merupakan nama anak bayi untuk laki-laki yang berasal dari bahasa (negara) Jepang.Arti nama Ozora dalam Ibrani adalah kekuatan yang berasal dari Tuhan.

Senin, 31 Oktober 2011

MAKALAH DINIYAH

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Madrasah Diniyah adalah lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran secara klasikal yang bertujuan untuk memberi tambahan pengetahuan agama Islam kepada pelajar-pelajar yang merasa kurang menerima pelajaran agama Islam di sekolahannya.
Keberadaan lembaga ini sangat menjamur dimasyarakat karena merupakan sebuah kebutuhan pendidikan anak-anak pra dewasa. Apalah lagi sudah memiliku legalitas dari pemerintah melalui perundang-undangannya. Kelegalitasan ini menuntut Madrasah Diniyah untuk memiliki kurikulum yang mendukung, keadminitrasian yang mapan serta managemen yang professional.
Dalam makalah ini penulis akan mengupas sedikit tentang keadministrasikan, kurikulum madrasah diniyah yang insya Allah akan membentuk kepercayaan masyarakat terhadap lembaga madrasah ini.
1.2 Batasan Masalah
Sebelum merumuskan masalah yang dihadapi, perlu melakukan identifikasi terlebih dahulu. Berkaitan dengan hal tersebut, maka beberapa permasalahan muncul adalah.
  1. Bagaimanakah kurikulum yang digunakan di Madrasah Diniyah ?
  2. Bagaimanakah tahapan keadministrasian Madrasah Diniyah hingga terkesan ketinggalan zaman ?
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
  1. Mempelajari kurikulum dan keadministrasian Madrasah Diniyah.
  2. Mengetahui bagaimana menjadikan Madarah Diniyah yang ideal.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Pengertian Madrasah Diniyah
Sejarah Islam di Indonesia memperlihatkan bahwa pendidikan keagamaan di sini tumbuh dan berkembang seiring dengan dinamika kehidupan masyarakat Muslim. Selama kurun waktu yang panjang, pendidikan keagamaan Islam berjalan secara tradisi, berupa pengajian al-Qur’an dan pengajian kitab, dengan metode yang dikenalkan (terutama di Jawa) dengan nama sorogan, bandongan dan halaqah. Tempat belajar yang digunakan umumnya adalah ruang-ruang masjid atau tempat-tempat shalat “umum” yang dalam istilah setempat disebut: surau, dayah, meunasah, langgar, rangkang, atau mungkin nama lainnya.
Perubahan kelembagaan paling penting terjadi setelah berkembangnya sistem klasikal, yang awalnya diperkenalkan oleh pemerintah kolonial melalui sekolah-sekolah umum yang didirikannya di berbagai wilayah Nusantara. Di Sumatera Barat pendidikan keagamaan klasikal itu dilaporkan dipelopori oleh Zainuddin Labai el-Junusi (1890-1924), yang pada tahun 1915 mendirikan sekolah agama sore yang diberi nama “Madrasah Diniyah” (Diniyah School, al-Madrasah al-Diniyah) (Noer 1991:49; Steenbrink 1986:44). Sistem klasikal seperti rintisan Zainuddin berkembang pula di wilayah Nusantara lainnya, terutama yang mayoritas penduduknya Muslim. Di kemudian hari lembaga-lembaga pendidikan keagamaan itulah yang menjadi cikal bakal dari madrasah-madrasah formal yang berada pada jalur sekolah sekarang. Meskipun sulit untuk memastikan kapan madrasah didirikan dan madrasah mana yang pertama kali berdiri, namun Departemen Agama (dahulu Kementerian Agama) mengakui bahwa setelah Indonesia merdeka sebagian besar sekolah agama berpola madrasah diniyahlah yang berkembang menjadi mad-rasah-madrasah formal (Asrohah 1999:193). Dengan perubahan tersebut berubah pula status kelembagaannya, dari jalur “luar sekolah” yang dikelola penuh oleh masyarakat menjadi “sekolah” di bawah pembinaan Departemen Agama.
Meskipun demikian tercatat masih banyak pula madrasah diniyah yang mempertahankan ciri khasnya yang semula, meskipun dengan status sebagai pendidikan keagamaan luar sekolah. Pada masa yang lebih kemudian, mengacu pada Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 1964, tumbuh pula madrasah-madrasah diniyah tipe baru, sebagai pendidikan tambahan berjenjang bagi murid-murid sekolah umum. Madrasah diniyah itu diatur mengikuti tingkat-tingkat pendi-dikan sekolah umum, yaitu Madrasah Diniyah Awwaliyah untuk murid Sekolah Dasar, Wustha untuk murid Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, dan ‘Ulya untuk murid Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Madrasah diniyah dalam hal itu dipandang sebagai lembaga pendidikan keagamaan klasikal jalur luar sekolah bagi murid-murid sekolah umum. Data EMIS (yang harus diperlakukan sebagai data sementara karena ketepatan-nya dapat dipersoalkan) mencatat jumlah madrasah diniyah di Indonesia pada tahun ajaran 2005/2006 seluruhnya 15.579 buah dengan jumlah murid 1.750.010 orang.
Berdasarkan Undang-undang Pendidikan dan Peraturan Pemerintah. Madrasah Diniyah adalah bagian terpadu dari pendidikan nasional untuk memenuhi hasrat masyarakat tentang pendidikan agama. Madrasah Diniyah termasuk ke dalam pendidikan yang dilembagakan dan bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dalam penguasaan terhadap pengetahuan agama Islam.
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang ditindaklanjuti dengan disyahkannya PP No. 55 Tahun 2007 tentang pendidikan agama dan keagamaan memang menjadi babak baru bagi dunia pendidikan agama dan keagamaan di Indonesia. Karena itu berarti negara telah menyadari keanekaragaman model dan bentuk pendidikan yang ada di bumi nusantara ini.
Keberadaan peraturan perundangan tersebut seolah menjadi ”tongkat penopang” bagi madrasah diniyah yang sedang mengalami krisis identitas. Karena selama ini, penyelenggaraan pendidikan diniyah ini tidak banyak diketahui bagaimana pola pengelolaannya. Tapi karakteristiknya yang khas menjadikan pendidikan ini layak untuk dimunculkan dan dipertahankan eksistensinya.
Secara umum, setidaknya sudah ada beberapa karakteristik pendidikan diniyah di bumi nusantara ini. Pertama, Pendidikan Diniyah Takmiliyah (suplemen) yang berada di tengah masyarakat dan tidak berada dalam lingkaran pengaruh pondok pesantren. Pendidikan diniyah jenis ini betul-betul merupakan kreasi dan swadaya masyarakat, yang diperuntukkan bagi anak-anak yang menginginkan pengetahuan agama di luar jalur sekolah formal. Kedua, pendidikan diniyah yang berada dalam lingkaran pondok pesantren tertentu, dan bahkan menjadi urat nadi kegiatan pondok pesantren. Ketiga, pendidikan keagamaan yang diselenggarakan sebagai pelengkap (komplemen) pada pendidikan formal di pagi hari. Keempat, pendidikan diniyah yang diselenggarakan di luar pondok pesantren tapi diselenggarakan secara formal di pagi hari, sebagaimana layaknya sekolah formal.
2.2.Ciri-ciri Madrasah Diniyah
Dengan meninjau secara pertumbuhan dan banyaknya aktifitas yang diselenggarakan sub-sistem Madrasah Diniyah, maka dapat dikatakan ciri-ciri ekstrakurikuler Madrasah Diniyah adalah sebagai berikut:
  1. Madrasah Diniyah merupakan pelengkap dari pendidikan formal.
  2. Madrasah Diniyah merupakan spesifikasi sesuai dengan kebutuhan dan  tidak memerlukan syarat yang ketat serta dapat diselenggarakan dimana saja.
  3. Madrasah Diniyah tidak dibagi atas jenjang atau kelas-kelas secara ketat.
  4. Madrasah Diniyah dalam materinya bersifat praktis dan khusus.
  5. Madrasah Diniyah waktunya relatif singkat, dan warga didiknya tidak harus sama.
  6. Madrasah Diniyah mempunyai metode pengajaran yang bermacammacam.
2.3.Kurikulum yang digunakan Madrasah Diniyah
Berdasarkan Undang-undang Pendidikan dna Peraturan pemerintah no 73 tahun 1991 pada pasal 1 ayat 1 disebutkan “Penyelenggaraan pendidikan diluar sekolah boleh dilembagakan dan boleh tidak dilembagakan”. Dengan jenis “pendidikan Umum” (psl 3. ayat.1). sedangkan kurikulum dapat tertulis dan tertulis (pasl. 12 ayat 2). Bahwa Madrasah DIniyah adalah bagian terpadu dari system pendidikan nasional yang diselenggarakan pada jalur pendidikan luar sekolah untuk memenuhi hasrat masyarakat tentang pendidikan agama. Madarsah Diniyah termasuk kelompok pendidikan keagamaan jalur luar sekolah yang dilembagakan dan bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menguasai pengetahuan agama Islam, yang dibina oleh Menteri Agama (PP 73, Pasal 22 ayat 3). Oleh karena itu, maka Menteri Agama  d/h Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam menetapkan Kurikulum Madrasah Diniyah dalam rangka membantu masyarakat mencapai tujuan pendidikan yang terarah, sistematis dan terstruktur. Meskipun demikian, masyarakat tetap memiliki keleluasaan unutk mengembangkan isi pendidikan, pendekatan dan muatan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan leingkungan madrasah.
Madrasah diniyah mempunyai tiga tingkatan yakni : Diniyah Awaliyah, Diniyah Wustha dan Diniyah Ulya. Madrasah DIniah Awaliyah berlangsung 4 tahun (4 tingkatan), dan Wustha 2 tahun (2 tingkatan). Input Siswa Madrasah Diniyah Awaliyah diasumsikan adalah siswa yang belakar pada sekolah Dasar dan SMP/SMU.
Sebagai bagian dari pendidikan luar sekolah, Madrasah Diniyah bertujuan :
  1. Melayani warga belajar dapat tumbuh dan berkembangn sedini mungkin dan sepanjang hayatnya guna meningkatkan martabat dan mutu kehidupanya.
  2. Membina warga belajar agar memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang diperluakan untuk mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah atau melanjutkan ketingkat dan /atau jenjang yang lebih tinggi, dan
  3. Memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang tidak dapat dipenuhi dalam jalur pendidikan sekolah (TP 73 Pasal.2 ayat 2 s.d 3).
Untuk menumbuh kembangkan ciri madrasah sebagai satuan pendidikan yang bernapaskan Islam, amka tujuan madrasah diniyah dilengkapi dengan “memberikan bekla kemampuan dasar dan keterampilan dibidang agama Islam untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi muslim, anggota masyarakat dan warga Negara”.
Dalam program pengajaran ada bebarapa bidang studi yang diajarkan seperti Qur’an Hadits, Aqidah Akhlak, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, dan Praktek Ibadah.
Dalam pelajaran Qur’an-Hadits santri diarahkan kepada pemahaman dan penghayatan santri tentang isi yang terkandung dalam qur’an dan hadits. Mata pelajaran aqidah akhlak berfumgsi untuk memberikan pengetahuan dan bimbingan kepada santri agar meneladani kepribadian nabi Muhammad SAW, sebagai Rasul dan hamba Allah, meyakini dan menjadikan Rukun Iman sebagai pedoman berhubungan dengan Tuhannya, sesame manusia dengan alam sekitar, Mata pelajaran Fiqih diarahkan untuk mendorong, membimbing, mengembangkan dan membina santri untuk mengetahui memahami dan menghayati syariat Islam. Sejarah Kebudayaan Islam merupakan mata pelajaran yang diharapkan dapat memperkaya pengalaman santri dengan keteladanan dari Nabi Muhammad SAW dan sahabat dan tokoh Islam. Bahasa Arab sangat penting untuk penunjang pemahaman santri terhadap ajaran agama Islam, mengembangkan ilmu pengetahuan Islam dan hubungan antar bangsa degan pendekatan komunikatif. Dan praktek ibadah bertujuan melaksanakan ibadah dan syariat agama Islam.
Kurikulum Madrasah Diniyah pada dasarnya bersifat fleksibel dan akomodatif. Oleh karena itu, pengembangannya dapat dilakukan oleh Departemen Agama Pusat Kantor Wilayat/Depag Propinsi dan Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kotamadya atau oleh pengelola kegiatan pendidikan sendiri. Prinsip pokok untuk mengembangkan tersebut ialah tidak menyalahi aturan perundang-undangan yang berlaku tentang pendidikan secara umum, peraturan pemerintah, keputusan Menteri Agama dan kebijakan lainnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan madrasah diniyah.
2.4.Administrasi Madrasah Diniyah
Administrasi Madrasah Diniyah ialah segala usaha bersama untuk mendayagunkan sumber-sumber, baik personil maupun materil secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan di Madrasah Diniyah secara optimal.
2.4.1.      Prinsip Umum Administrasi Madrasah Diniyah
  1. bersifat praktis, dapat dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan situasi nyata di madrasah DIniyah.
  2. Berfungsi sebagai sumber informasi bagi peningkatan pengelolaan pendidikan dan proses belajar mengajar.
  3. Dilaksanakan dengan suatu system mekanisme kerja yang menunjang realisasi pelaksanaan kurikulum.
2.4.2.      Ruang Lingkup
  1. Secara makro administrasi pendidikan di Madrasah Diniyah mencakup :
    1. kurikulum
    2. Warga belajar
    3. Ketenagaan
    4. Keuangan
    5. Saran/prasarana/gedung dan perlengkapan lainnya
    6. Hubungan kerjasama dengan masyarakat
  2. Dilihat dari Proses kegiatan pengelolaan dan perlengkapan, maka administrasi pendidikan mencakup :
    1. Kegiatan merencakanan (planning)
    2. Kegiatan mengorganisasikan (Organizing)
    3. Kegiatan mengarahkan (Directing)
    4. Kegiatan Mengkoordinasikan (Coordinating)
    5. Kegiatan mengawasi (Controling), dan
    6. Kegiatan evaluasi
2.4.3.      Peranan Pimpinan
Dalam pelaksanaan administrasi termasuk administrasi pendidikn diperlukan seorang pimpinan yang berpandangan luas dan berkemampuan, baik dilihat dari segi pengetahuan, keterampilan maupun dari sikap.
Hal ini diperukan, karena pimpinan harus menciptakan dan melaksanakan hubungan yang baik antara :
  1. Kepala madrasah dengan guru
  2. Guru dengan guru
  3. guru dengan penjaga madrasah
  4. Kepala Madrasah, guru dan masyarakat
Dalam pengelolaan administrasi ada beberapa kegiatan yang dapat menunjang pelaksanaan kurikum diantaranya :
  1. Kegiatan mengatur proses belajar mengajar
  2. Kegiatan mengatur murid (warga belajar)
  3. Kegiatan mengatur kepegawaian
  4. Kegiatan mengatur gedung dna perlengkapan madrasah
  5. Kegiatan mengatur keuangan
  6. Kegiatan mengatur hubungan Madrasah dengan masyarakat.
  7. Tugas serta tanggungjawab guru dan kepala madrasah
  8. Mengembangkan dan menyempurnakan sejumlah instrument administrasi madrasah diniyah.

BAB III
KESIMPULAN
Madrasah diniyah adalah salah satu lembaga pendidikan non formal yang memiliki peranan penting dalam pengembangan pembelajaran agama Islam. Dalam madrasah diniyah yang merupakan lembaga yang memiliki paying hokum yang legal tentunya kurikulum sudah diset oleh pemerintah yang tentu tidak secara baku. Dalam artian pelaksana pendidikan bisa mengekplorasi pembelajaran yang bersipat penyesuaian dengan lingkungannya. Penyesuaian kurikulum itu akan dilakukan pada madrasah diniyah di semua tingkatan: ula (awal), wusto (menangah), hingga ala (atas).
Dalam keadministrasian meliputi beberapa urusan diantaranya: urusan administrasi, urusab Kurikuler, Urusan kewargaan belajar, urusan saran dan prasrana, dan urusan Humas
Dalam hal keorganisasiannya meliputi Kepala Madrasah Diniyah, Wali Kelas, Guru Pembimbing, BP3, guru mata pelajaran, tenaga kependidikanlainnya.
Untuk menjadi Madrasah Diniyah yang ideal maka yang sangat diperlukan adalah memperhatikan keadministrasian yang mapan, kurikulum yang sudah dibakukan oleh pemerintah yang ditambahkan dengan ektrakulikuler yang disesuaikan dengan lingkungan belajar.

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Agama, Kurikulum Madrasah Diniyah Awaliyah, Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 1997.
Departemen Agama, Sejarah Perkembangan Madarsah, Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 1998.
Departemen Agama, Petunjuk Pelaksanaan Administrasi Pendidikan, Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 1996.

Sabtu, 10 September 2011

TIPS MEMILIH KASUR LATEX ASLI



Dewasa ini, kasur tidak hanya berfungsi sebagai perangkat tidur saja. Kini kasur dipercaya turut menentukan kualitas tidur seseorang, yang kenyataanya turut mendukung produktivitas kerjanya. Di pasaran, jenis kasur lateks sedang naik daun. Kasur jenis ini dipercaya mampu menopang tubuh dengan sempurna dan bermanfaat pula sebagai antibakteri, antikutu dan antipolusi. Sayangnya, tidak semua orang dapat membedakan lateks yang asli dengan yang aspal. Agar tidak tertipu berikut tips dalam memilih Lateks asli.

Latex asli mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

1. Dari penampilannya, kasur lateks yang asli memiliki warna kuning keemasan. Itu dikarenakan aplikasi dari proses pemurnian lateks yang hasil akhirnya berwarna kuning. Bila kasur berwarna kuning keputihan, berarti kasur tersebut menggunakan lateks sintetis.

2. Kasur lateks yang asli biasanya memiliki lubang-lubang besar yang berfungsi memperlancar dan menjamin kesempurnaan elastisitas kasur.

3. Cobalah untuk mengangkat kasur lateks yang Anda pilih. Jika terasa ringan, berarti kasur tersebut bukan lateks yang asli. Kasur lateks yang asli berbobot cukup berat dan tidak mudah terangkat.

4. Kasur lateks asli memiliki side wall system untuk memberikan proteksi agar tidak jatuh terperosok saat bergerak ke pinggir kasur.

5. Gosok dengan kuat permukaan kasur tersebut. Jika mudah rontok, berarti. kasur tersebut menggunakan lateks sintetis.

6. Kasur lateks sintetis umumnya lebih empuk dan mudah melesak ke dalam, sedangkan lateks asli lebih elastis dan lentur serta memiliki kepadatan tinggi.

7. Kasur lateks asli maupun biasanya dikemas dengan memperlihatkan bentuk asli lateksnya, bila anda tidak dapat melihat bentuk aslinya atau tertutup dengan cover kasur sudah dipastikan bahwa itu adalah busa / foam.

8. Kasur lateks yang memiliki kualitas tinggi biasanya memilki zona dibagian atas dan bawahnya, zona ini berfungsi untuk menopang tubuh agar tidur lebih sempura. bila anda tidak dapat melihat zona ini dipastikan bahwa kasur lateks ini adalah busa biasa atau lateks dengan kualitasrendah.

9. Pastikan Anda membeli lateks yang memiliki garansi resmi dan memiliki logo Latex Naturally. Dan beberapa merek sudah membekali diri dengan surat pengakuan World Federation of Chiropractic (Federasi Dokter Tulang Belakang Dunia) yang menjamin kualitas kasur tersebut mampu meningkatkan kualitas istirahatnya.


Jenis-jenis Kasur Lateks

Berdasarkan kandungan bahannya, kasur lateks memiliki berbagai jenis. Ada yang berbahan lateks murni, ada pula yang campuran. Kenali bentuk dan cirinya, agar mudah memilih yang terbaik.
Hampir semua kasur lateks berlabel "100% Lateks" atau "Full Lateks". Logo tersebut digunakan karena kasur lateks tidak menggunakan pegas (per). Label itu rupanya bukan untuk menunjukkan kandungan bahan.Berdasarkan kandungan bahannya, ada tiga jenis kasur lateks. Anda bisa memilih jenis kasur lateks, yang sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda. Untuk mempermudah dalam memilih, Anda bisa mempelajari ciri setiap jenis kasur.



Synthetic Latex - Permukaannya lembut dan berlubang-lubang kecil. Paling sedikit mengandung lateks alam. Komposisinya, 20% lateks alam, 80% bahan sintetis. Harga relatif lebih murah dari lateks asli.



Natural Latex - Berwarna pucat dan memiliki lubang-lubang berukuran besar. Kandungan lateks alamnya mencapai 80%. Menjadi pilihan karena usia pemakaiannya yang panjang. Selain itu, natural latex juga anti bakteri dan anti alergi.



Bio Latex - Berwarna kuning keemasan, juga memiliki lubang-lubang berukuran besar. Mengandung lateks alam sebanyak 90%. Memiliki kualitas terbaik. Selain anti bakteri dan anti alergi, juga memiliki kekenyalan yang sangat baik, sehingga mampu menopang tubuh dengan sempurna.



Merek - merek yang menjamin menggunakan 100% bahan lateks asli maupun sintetsis adalah sebagai berikut :
Lateks Alami (Natural Latex)
Serta USA, Revor Belgium, Lady Americana, Elite dan Spring air

Latex Sintetis (Talalay Latex)
King Koil, Dreamline, Sealy USA

cara memilih kasur

Bila ingin tidur dengan baik, pilihlah alas tidur yang baik bukan pilih merknya.
Di Indonesia umumnya dikenal empat jenis kasur, yaitu kasur kapuk, busa poliuretan (sponge), kasur pegas, dan lateks.
1. Kasur Kapuk menggunakan buah pohon randu sebagai bahan baku.
2. Kasur Busa menggunakan busa kimiawi yang dinamakan poliuretan.
3. Kasur Pegas menggunakan perpaduan pegas dan poliuretan (sponge).
4. Kasur Lateks menggunakan bahan baku alam berupa cairan lateks (bahan dasar pembuat karet) yang diolah menyerupai busa padat namun memiliki berjuta rongga yang berfungsi untuk kesempurnaan sirkulasi udara.
Ciri paling menonjol dari kasur lateks adalah kenyamanan prima dan tingkat higienitas yang tinggi. Nyaman karena kasur lateks bersifat padat namun lentur (bukan empuk) dan dapat menopang secara sempurna mengikuti bentuk tubuh. Hal ini tentunya akan mencegah timbulnya nyeri punggung pada saat bangun tidur. Penelitian membuktikan bahwa bahan lateks tidak memungkinkan bakteri atau mikroorganisme hidup lebih dari 12 jam. Faktor lain yang membuat kasur lateks higienis adalah sifatnya yang sejuk. Sebab, pada dasarnya lateks tidak terpengaruh oleh perbedaan suhu udara dan kelembaban. Keuntungan lainnya, kasur lateks mudah perawatannya karena tidak perlu dijemur atau dibalik.

Memilih Kasur Lateks Berkualitas
Kasur lateks kini semakin populer. Sosoknya berkorelasi positif dengan kesehatan dan kenyamanan. Namun tidak semua kasur lateks berkualitas prima. Kasur lateks memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan jenis kasur lainnya. Dari segi kesehatan, kasur berbahan lateks tidak menyebabkan alergi. Selain itu juga anti debu dan bakteri. Kasur lateks juga semakin nyaman, karena kemampuannya menyangga punggung ternyata lebih sempurna.

Banyak produk kasur lateks dapat ditemui di pasaran. Namun, Anda perlu hati-hati sebelum membeli. Tidak semua kasur lateks sama kualitasnya. Untuk memandu Anda, ada 10 poin yang harus diperhatikan:
1. Kasur lateks asli relatif berat. Oleh karena itu, sebelum Anda beli, coba angkat kasur lateks.
2. Kasur lateks memiliki lubang-lubang besar untuk menjamin elastisitasnya.
3. Kasur lateks berkualitas memiliki side wall system yang baik, sehingga Anda tidak akan terjatuh, meskipun posisi tidur Anda di bagian pinggir.
4. Coba gosok sekuat mungkin permukaan kasur. Lateks asli tidak akan rontok, walaupun digosok sekeras-kerasnya.
5. Perhatikan warnanya. Kasur lateks asli berwarna kuning keemasan. Lateks sintetis berwarna kuning keputihan.
6. Carilah produsen kasur lateks yang berpengalaman, terutama yang sudah terbukti kualitasnya.
7. Uji kasur dengan menaikinya. Kasur lateks asli terasa “menggigit” karena elastis. Sedangkan kasur lateks sintetis akan tenggelam ketika Anda menaikinya.
8. Pastikan kasur lateks yang Anda pilih tidak dapat berdiri. Kasur lateks asli biasanya sangat lentur, sehingga tidak dapat berdiri.
9. Kasur lateks berkualitas baik dirancang untuk kenyamanan dan kesehatan.
10. Pastikan kasur lateks Anda berlogo Latex Naturally atau Bio Latex. Adanya logo menandakan bahwa kasur lateks sudah mendapat pengakuan internasional.

Kenali Jenis-jenis Kasur Lateks
Berdasarkan kandungan bahannya, kasur lateks memiliki berbagai jenis. Ada yang berbahan lateks murni, ada pula yang campuran. Kenali bentuk dan cirinya, agar mudah memilih yang terbaik. Hampir semua kasur lateks berlabel “100% Lateks” atau “Full Lateks”. Logo tersebut digunakan karena kasur lateks tidak menggunakan pegas (per). Label itu rupanya bukan untuk menunjukkan kandungan bahan.Berdasarkan kandungan bahannya, ada tiga jenis kasur lateks. Anda bisa memilih jenis kasur lateks, yang sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda. Untuk mempermudah dalam memilih, Anda bisa mempelajari ciri setiap jenis kasur.
1. Synthetic Latex - Permukaannya lembut dan berlubang-lubang kecil. Paling sedikit mengandung lateks alam. Komposisinya, 20 persen lateks alam, 80 persen bahan sintetis. Harga relatif lebih murah dari lateks asli.
2. Natural Latex - Berwarna pucat dan memiliki lubang-lubang berukuran besar. Kandungan lateks alamnya mencapai 80 persen. Menjadi pilihan karena usia pemakaiannya yang panjang. Selain itu, natural latex juga anti bakteri dan anti alergi.
3. Bio Latex - Berwarna kuning keemasan, juga memiliki lubang-lubang berukuran besar. Mengandung lateks alam sebanyak 90 persen. Memiliki kualitas terbaik. Selain anti bakteri dan anti alergi, juga memiliki kekenyalan yang sangat baik, sehingga mampu menopang tubuh dengan sempurna.

Jumat, 08 April 2011

Tips : ASI Eksklusif bagi Ibu Bekerja





Tips : ASI Eksklusif bagi Ibu Bekerja

Bayi baru lahir perlu mendapat perawatan yang optimal sejak dini, termasuk pemberian makanan yang ideal. Tidak ada satupun makanan yang ideal untuk bayi baru lahir selain ASI. World Health Organization (WHO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) menganjurkan pemberian ASI secara eksklusif, yaitu ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan, tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain selain ASI.

Dalam kenyataannya, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan tidak sesederhana yang dibayangkan. Banyak kendala yang timbul dalam upaya memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Akan tetapi dengan motivasi ibu/ayah
yang kuat, pengetahuan dasar yang dimiliki ibu dan ayah, serta usaha yang terus menerus, sabar dan tekun, serta didukung oleh fasilitas persalinan SAYANG BAYI tidak mustahil pemberian ASI eksklusif dapat berhasil.

Ibu bekerja bukan merupakan alasan untuk menghentikan pemberian ASI eksklusif. Ibu yang ingin kembali bekerja diharapkan berkunjung ke Klinik Laktasi untuk menyiapkan cara memberikan ASI bila bayi harus ditinggal.


Langkah-langkah bila ibu ingin kembali bekerja :

1. Siapkan pengasuh bayi (nenek, kakek, anggota keluarga lain, baby sitter, pembantu) sebelum ibu mulai bekerja kembali.

2. Berlatihlah memerah ASI sebelum ibu bekerja kembali. ASI yan
g diperah dapat dibekukan untuk persediaan / tambahan apabila ibu mulai bekerja. ASI beku dapat disimpan antara 1-6 bulan, bergantung dari jenis lemari es nya. Di dalam lemari es dua pintu ASI beku dapat disimpan lebih dari 3 bulan.

3. Latihlah pengasuh bayi untuk terampil memberikan ASI perah dengan cangkir.
4. Hindari pemakaian dot/empeng karena kemungkinan bayi akan menjadi “bingung puting”.
5. Susuilah bayi sebelum ibu berangkat bekerja, dan pada sore hari segera setelah ibu pulang, dan diteruskan pada malam hari.

6. Selama di kantor, perah ASI setiap 3-4 jam dan disimpan di lemari es, diberi label tanggal dan jam ASI diperah. ASI yang disimpan dalam lemari es pendingin dapat bertahan selama 2x24 jam. ASI perah ini akan diberikan esok harinya selama ibu tidak di rumah. ASI yang diperah terdahulu diberikan lebih dahulu.


7. ASI yang disimpan di lemari es perlu dihangatkan sebelum diberikan kepada bayi dengan merendamnya dalam air hangat. ASI yang sudah dihangatkan tidak boleh dikembalikan ke dalam lemari es. Maka yang dihangatkan adalah sejumlah yang habis diminum bayi satu kali.
8. Apabila ASI yang diperah kemarin tidak mencukupi kebutuhan bayi sampai ibu kembali dari bekerja, dapat digunakan ASI beku yang sudah disiapkan sebelumnya. ASI beku ini kalau akan diberikan harus ditempatkan di lemari es pendingin supaya mencair dan harus digunakan dalam 24 jam.

Gambar 3. Pemberian ASI dengan Cangkir
(sumber: Leaflet Penatalaksanaan ASI eksklusif pada Ibu Bekerja. PODI ASI PKSC)

sumber : http://www.idai.or.id/asi.asp

Mengenal Penyakit Jantung Bocor

KOMPAS.com - Kelainan struktur jantung yang menyebabkan adanya lubang pada sekat jantung atau lazim disebut jantung bocor termasuk dalam penyakit jantung bawaan yang banyak diderita anak-anak. RS Jantung Harapan Kita mencatat, dari 1.000 kelahiran terdapat 9 bayi yang menderita penyakit jantung bawaan (PJB).
Proses pembentukan jantung janin terjadi pada masa awal pembuahan (konsepsi), bahkan sebelum si ibu sadar dirinya tengah hamil. Formasi jantung ini telah sempurna pada akhir masa trimester pertama kehamilan.
Pada kasus jantung bocor, sirkulasi darah kotor mengalir ke sirkulasi darah bersih sehingga bayi menjadi biru. Bila terlalu banyak darah kotor beredar ke sirkulasi darah bersih dan memasuki organ-organ penting seperti otak, maka bisa terjadi sesak napas, disertai kejang, bahkan kematian.
Ada dua jenis PJB, yaitu PJB biru (sianotik) dan PJB tidak biru (asianotik). PJB biru bisa dikenali dengan mudah yakni ujung-ujung kuku, bibir dan lidah berwarna biru. Sedangkan PJB tidak biru gejalanya tidak langsung terlihat.
"Biasanya baru dicurigai PJB kalau anak gampang sakit, berat badannya tidak naik-naik, susah minum susu, atau gampang kelelahan," papar dr.Poppy S.Roebiono, Sp.JP (K), ahli jantung anak dari RS.Harapan Kita Jakarta.
Kelainan jantung bawaan perlu dideteksi sejak ini. Ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan rutin selama kehamilan terutama untuk mengetahui normal tidaknya detak jantung bayi. Orangtua juga perlu curiga jika anak mengalami gejala seperti mudah sakit, gampang capek dan badannya kurus.
Kebanyakan kasus PJB memang harus menjalani operasi. Namun ada juga kasus kebocoran jantung yang bisa sembuh hanya dengan obat-obatan.
Untuk tindakan operasi, jika takut melakukan operasi jantung terbuka (open heart surgery), orangtua bisa memilih tindakan katerisasi dengan cara memasukkan kateter melalui lipatan paha untuk mencapai jantung. Di jantung akan diletakkan alat seperti payung untuk menutup kebocoran.
Tetapi menurut dr.Poppy tidak semua pasien bocor jantung bisa dikateterisasi. "Jika letak kebocorannya agak dibawah akan sulit melakukan kateterisasi, pilihannya tetap harus dibedah terbuka," katanya.